Rabu, 6 April 2016 06:40 WIB | Bony Eko Wicaksono/JIBI/Solopos
|
SUKOHARJO–Aksi pencurian di sekitar
Pasar Ir. Soekarno marak sejak dua pekan lalu. Hal ini membuat para
pedagang resah lantaran pelaku pencurian berseliweran di area pasar.
Informasi yang dihimpun Solopos.com, Selasa (5/4/2016), para pelaku
pencurian menyasar tas milik pedagang yang diletakkan di los pasar. Saat
pedagang lengah, pelaku langsung beraksi mengambil tas milik pedagang
yang berisi uang tunai. Pelaku menyamar sebagai pembeli dan berkeliling
pasar untuk mencari pedagang yang tengah tertidur atau sibuk melayani
pelanggan.
Seorang pedagang kelapa Pasar Ir. Soekarno, Siti Istiqomah,
mengatakan tas miliknya hilang saat tengah melayani pelanggan pada Senin
(4/4/2016) sekitar pukul 06.00 WIB. Tas warna cokelat itu berisi Kartu
Tanda Penduduk (KTP), nota kuitansi dan uang tunai senilai Rp10 juta.
Tas tersebut dikaitkan dalam galon air kemasan kosong saat melayani para
pelanggan. “Posisi tas itu tepat di belakang saya saat melayani
pembeli. Tahu-tahu sudah hilang,” kata dia, saat ditemui Solopos.com di
Pasar Ir. Soekarno, Selasa.
Siti tak mengetahui ciri-ciri fisik pelaku yang mengambil tas
miliknya lantaran sibuk melayani pembeli. Kala itu, ia baru saja
menggelar barang dagangan di sisi utara pasar sekitar pukul 05.30 WIB.
Dia mempunyai puluhan pelanggan setia yang selalu membeli kelapa dalam
jumlah besar setiap hari.
Lantaran sibuk melayani pembeli, Siti tak menyadari pelaku mengambil
tas miliknya. Saat hendak memasukkan uang hasil penjualan kelapa Siti
baru sadar tas miliknya telah berpindah tangan.
“Uang tunai di dalam tas hendak digunakan untuk kulakan. Saya juga
tak tahu siapa yang mengambil tas karena sibuk melayani pembeli” papar
dia.
Menurut dia, aksi pencurian itu kerap menimpa para pedagang yang
berjualan di Pasar Ir. Soekarno. Biasanya, saat pedagang tidur terlelap,
pelaku langsung beraksi dengan menggasak tas milik pedagang. Mereka
beraksi hanya dalam hitungan detik dan langsung melarikan diri berbaur
dengan pembeli lainnya di dalam pasar.
Hal ini sangat meresahkan para pedagang yang berjualan di pasar.
Mereka harus lebih waspada saat sibuk melayani pembeli. “Sekarang tas
saya simpan di bawah meja agar tidak hilang. Kami ingin kondisi pasar
aman para pedagang dapat berjualan dengan nyaman,” papar dia.